1 Juni : Memaknai Kembali Hari Lahir Pancasila di Era Digital

Facebook
Twitter
LinkedIn

Setiap tanggal 1 Juni, kita memperingati Hari Lahir Pancasila — hari ketika ideologi bangsa Indonesia pertama kali diperkenalkan oleh Ir. Soekarno pada tahun 1945. Lewat pidatonya di sidang BPUPKI, Soekarno menyampaikan lima prinsip dasar yang kelak menjadi pondasi negara Indonesia. Lima prinsip itu kemudian dikenal sebagai Pancasila, yang hingga hari ini menjadi penuntun arah bangsa dalam berbagai aspek kehidupan.

Pancasila bukan hanya kumpulan nilai yang dipajang di dinding kelas atau dibacakan saat upacara. Di balik setiap silanya, ada filosofi kehidupan yang begitu dalam: tentang bagaimana kita percaya kepada Tuhan, menghargai sesama manusia, bersatu dalam perbedaan, menjunjung demokrasi, dan menciptakan keadilan sosial. Nilai-nilai ini terus relevan, bahkan di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks dan serba digital.

Hari Lahir Pancasila seharusnya menjadi momen refleksi, terutama bagi generasi muda yang hidup di era internet dan media sosial. Kita dihadapkan pada derasnya arus informasi, polarisasi opini, hingga sikap intoleransi yang bisa merusak persatuan. Di sinilah pentingnya kembali pada semangat Pancasila: saling menghormati, gotong royong, dan berpikir kritis namun tetap beretika.

Di tengah kemajuan teknologi dan perubahan zaman, Pancasila bukanlah warisan yang usang, melainkan kompas moral yang fleksibel dan kontekstual. Mari jadikan Hari Lahir Pancasila sebagai pengingat bahwa kita adalah bangsa yang besar karena mampu menyatukan keberagaman. Sudah saatnya kita tidak hanya mengenang Pancasila, tapi juga menghidupkannya dalam kata, karya, dan aksi nyata.

Berita lainnya

id_IDID